Sunday, December 8, 2013
Saturday, October 19, 2013
Ups, Salah!

Sebagai
seorang pelupa, udah gak aneh kalo tiba-tiba ketinggalan barang, lupa nyimpen,
salah ambil barang tahunya punya orang (he), nyasar, salah naek angkot, salah
manggil nama orang, dan lain lain sebangsa dan senegaranya he.
Tapi
kalau sampai salah SMS (baca yang lengkep) SMS yang berisi nama orang yang jadi
objek, dengan kata lain mau ngomongin orang itu ke temen kita tapi SMS tersebut
malah dikirim ke orang yang diomongin! Oh My God!
Setidaknya,
yang ku ingat kejadian itu udah tiga kali. Untungnya (orang Indonesia selalu
untung, he) orang-orang itu gak marah. Aneh dan bingung sih iya.
Masih
gak kebayang ngerinya kalo ngalamin itu?
OK,
mari kita rangking tingkat kengerian kalo salah ngirim SMS!
Wednesday, October 16, 2013
1000 Terakhir
Aku
keluar dari mushalla SPBU dengan lega, kalau udah shalat emang rasanya plong,
apalagi kalau mau bepergian, khawatir kenapa-napa kalo belum shalat mah, he.
OK,
aku cek! Jas almamater dah dipake, masker dari slayer udah, kacamata, sarung tangan?
Sip dah, tinggal ngisi bensin, terus melanjutkan perjalanan secepat mungkin,
panas begini beresiko numbuhin koloni jerawat baru kalo kelamaan di jalanan
dengan debu-debu jalanan mah, halah.
Meski
hari ini panasnya amit-amitan dan kondisi lalu lintas seperti biasa selalu
terhambat oleh perbaikan jalan di beberapa bagian, tapi karena udah kadung nia,t
perjalanan ‘menyiksa’ itu tak terasa. Saat melewati beberapa daerah yang
jalannya diperbaiki yang ada POLANTAS-nya, baru nyadar kalau gak pake helm! Alamak…
Sunday, September 29, 2013
Di Antara Sejuta ‘Ah!’
Tapi
siapa aku?
Bahkan
belum mengantongi es satu.
Ini
resah yang dulu-dulu.
Tapi
seperti debu, yang meski tak rela,
Angin
tetap kejam membawanya jauh.
Untung
saja kakiku terlanjur meneduh,
Meski
di bawah pohon yang seperti hendak rubuh.
Entah,
apa buahnya cukup memberiku bekal,
Untuk
menempa diri dalam kenikmatan intelektual.
Negeri 1001 Kilobyte
Negeriku
ini isinya hanya orang-orang bodoh. Alih-alih mencari tahu cara menggunakan
kesempatan, malah sibuk mencari hiburan. Sepotong haha saja bisa membuat lupa
dirinya sedang dimana. Dan ketika hiburan semakin garing, mencari domba lain
untuk diadu atau bahkan dengan suka rela mengajukan diri sebagai rival. Pikun
sudah dirinya hendak kemana.
Kalau begini, entah lebih baik
berpihak kemana. Kepada aktivis yang rabun dan bermental tipis, atau kaum
proletar yang bahkan tak mengerti apa definisi pintar. Di sini akal benar-benar
seperti dimuseumkan, dan nurani tergantung pada siapa yang memuhasabahi.
“Kamu sedang apa?”
“Hah?”
“Dari tadi kamu saya panggil diam
terus, ngelamun kamu ya?”
“Hah!?”
Wednesday, September 4, 2013
Tema 2 : Dia
Dia?
Tak butuh waktu lama bagiku untuk
bisa dekat dengannya. Senyumku nyaris menyerangnya bertubi-tubi kapan saja kami
bertemu. Dan dia hanya tersipu malu dan tak punya alasan untuk tak dekat
denganku, sang Ketua OSIS yang terkenal kemana-mana karena ‘keramahannya’.
Aku
tak pernah nyaman dipanggil playboy tapi aku tak berusaha menyangkal
karena toh aku gak merasa. Tapi aku bisa dengan mudah dekat dengan siapa saja,
terutama kaum hawa. Dan tanpa sadar banyak diantara mereka banyak yang salah
mengartikan arti pendekatanku. Bukan salah mereka kalau tiba-tiba merasakan
perasaan yang berbeda ketika diperhatikan olehku. Bukan salahku juga membuat
mereka menanam berjuta harapan yang ternyata akan berujung semu.
Tema 1 : Tiba-Tiba Cinta Datang Kepadaku
Kyaaa! Kapan sih di kota ini bisa
serba cepat? Sekalinya gak macet malah susah banget dapetin angkutan umum. Mana
satu jam lagi masuk kerja, padahal masih harus dua kali lagi naik angkutan
umum.
Aku
masih ngedumel dalam hati ketika seorang perempuan melangkah dengan anggun dari
dalam busway dari arah barusan aku turun juga. Aku tak terlalu memperhatikan,
tidak tertarik. Jam tangan dan pintu halte busway sebelah kiri lebih seksi
untuk kupletoptin saat ini. Kuraba HP, berharap ada SMS atau apalah sekedar
penghilang setress, sial, disaat dibutuhkan tak ada satupun. Kulirik bukuku,
tapi baru saja membaca satu kalimat teringat wajah bos yang akan murka apabila
aku terlambat. Damn!
Subscribe to:
Posts (Atom)





