Thursday, July 11, 2013

Untold BISUL Story; Dari Bisul Sampe Dicuekin Tukang Becak




Banyak hal unik, lucu, bahkan aneh saat PKTM II Gabungan PD IPM Se-Banten berlangsung. Mulai dari kekonyolan-kekonyolan yang memang dasar orang-orang konyol, sampai kebetulan-kebetulan yang kalau dipikir-pikir otak konyol jadi lucu. Apa aja itu? Let’s check it out!



  1. Tanfidz dikira odol.
Ini sih gara-gara paleng, kurang tidur gara-gara fokus mikirin nasib peserta. Apalagi sebagai Ketua Tim Materi. Yupz, pelaku kekonyolan ini adalah saya sendiri. Sifat pelupa dan dua alasan tadi itu membuat saya bertingkah abnormal. Kejadiannya begini, sudah saya siapkan itu odol untuk dimasukkan ke plastik peralatan mandi lain.

Sunday, July 7, 2013

Jelang Ramadhan IPM Banten Punya BISUL 13



Serang – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Banten baru saja menggelar Pelatihan Kader Taruna Melati II Gabungan PD IPM Se-Banten, tepatnya tanggal 1-5 Juli 2013. Sebanyak 13 orang peserta dari perwakilan PD IPM se-Banten antusias dan khusyu mengikuti pelatihan yang berpusat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banten ini.
Muhammad Hanif Pasha selaku Ketua Bidang Perkaderan PW IPM Banten berharap alumni TM II Gabungan ini menjadi motor penggerak pengawal perkaderan di daerahnya masing-masing. Ungkapnya juga alasan bidang perkaderan mengadakan TM II Gabungan dikarenakan di beberapa daerah belum banyak kader yang sudah mengikuti PKTM II.

Friday, July 5, 2013

Merah; Sepertinya Sudah Saatnya



Ada gak sih bahasa yang lebih keren untuk bisul?
Ulcer? Abscessus?
Halah. Sekeren apapun namanya tetep aja tidak mengurangi rasa tersiksa oleh bintik panas membara bin menyiksa itu !
Yupz, lanjut dari kisah kemaren, bahwa ternyata efek tendangan ‘tak sengaja’ temanku itu dahsyat! Aku bukan hanya makin terpincang-pincang tapi repot duduk, repot naik tangga, dan laen-laen.
Unfortunately, agenda-agenda selanjutnya malah mengharuskanku sering-sering jalan dan duduk manis.
OK lah, ketika duduk aku bisa mengakalinya dengan menempatkan pantat kiri tempat bersarang bisulku itu gak nyentuh kursi, agak aneh sih kelihatnnya, tapi itu lebih mendingan dibanding ketika jalan apalagi harus naik-turun tangga (tempat materi di lantai 2 lagi!).
Hmm, meski akhirnya semua peserta dan penghuni gedung lain akhirnya mafhum dan hanya nyengir dan geleng-geleng, -meski tak sedikit yang ngebecandain, tapi benjolan yang gak gede-gede amat itu bikin repot ketika shalat; naek turun (rukuk dan sujud) meski pelan-pelan, tapi itu tak seberapa dibanding ketika harus tahiyyat akhir. Posisi bisulnya pas banget kedudukin ketika posisi itu.

Thursday, July 4, 2013

Something Sexiest Today !



Agak terburu aku menuju kamar mandi. Sudah hampir jam delapan. Setelah shalat shubuh, tadi tidur-tidur ayam lagi dan ternyata kebablasan. Haha
Ini hari keempat aku tidur tidak normal (banget), he. Karena walaupun jadwal tidurku setelah larut malam, minimal aku tidur lima jam (walau kepotong shalat shubuh).
Ini acara special, makanya aku gak merasa harus mengeluh meski jadwal istirahat berkurang drastis. Tapi ketika aku mandi, aku menemukan hal yang aneh!
Dengan setengah sadar aku menyeret tubuh, menghindari berkontak langsung dengan peserta pelatihan dan fasiltator atau penghuni lain tempat pelatihan. Ah, kamar mandi favoritku ini kosong. Tanpa ba-bi-bu, aku lepas pakaianku satu persatu, sampai akhirnya aku melihat sesuatu yang aneh!
Sesuatu yang menyembul itu menggelitikku untuk segera kupegang. Akupun tanpa ragu segera mengelusnya lembut, dan ketika ku tekan sedikit, alamak!

Thursday, June 13, 2013

Ojeg Online !


                Biasanya ketika turun dari bus, aku langsung dikerubutin para ojeggers (hehe, istilah yang aneh untuk tukang ojeg) dengan segala senyum manis penuh rayuannya. Ada yang sok kenal, sok paling tahu tempat tujuanku, sok baek bawain barang. Namun semua senyum manis mereka itu biasanya menguap begitu saja ketika aku dengan santai bilang “dijemput”.
                Beberapa ojeggers hafal kebiasaanku ini (diantar-jemput ke tempat nunggu bus ato angkutan lain oleh kakakku). Jadi mereka tidak cukup bodoh untuk menawarkan jasa antarnya. Meskipun sebagian ekspresi wajahnya tetap menampakkan wajah ngarep. Beuuh.
                Tapi, kegigihan para ojeggers ini memang patut diacungi jari tengah. Ups, I mean jempol! Haha.
Untuk urusan upselling mereka nomor satu. Gigih dan selalu bisa membaca situasi. Mereka hafal, jika aku berjalan gontai apalagi bukan habis turun dari bus, mereka mengartikan aku tidak dijemput. Dan itu tepat. Maka jika tahu begitu, mereka beramai-ramai memperebutkan aku kembali layaknya puteri hadiah sayembara. Hahahaha (pengandaian yang aneh).
                Hehe, udah deh, daripada aku melantur kemana-mana, langsung aja ke inti ceritanya. Jadi barusan, aku heran koq antusiasme para ojeggers itu tak seheboh biasanya. Usut punya usut, ternyata beberapa di antara mereka sedang sibuk teleponan, ada juga yang sedang mengoperasikan HP, entah sedang apa. Set dah, jangan-jangan bentar lagi mereka pada pensiun jadi ojeg, karena merasa cukup menjadi ojeg di game online. Haha.

Wednesday, June 12, 2013

Nyawaku Sign Out !



Set dah ! Bukan, ini bukan cerita horor dimana aku yang sudah mati tiba-tiba memposting cerita ini karena masih penasaran untuk meminta para pembaca melakukan hal-hal yang belum selesai kulakukan sebelum aku mati.
Bukan ! Aku gak sedang mau cerita kalo aku pernah mati suri kemudian hidup lagi dan menceritakan pengalaman waktu mati suri itu.
Ini jelas pengalaman serem. Tapi bukan serem yang seperti itu.
OK. Kita mulai saja ceritanya.
Di suatu siang yang terik, dua orang anak manusia terlihat berlarian melintasi jalan raya, motor, mobil, gedung-gedung angkuh, dan kerumunan orang yang terlihat tidak peduli. Lalu tiba-tiba, Jeger !

Saturday, June 8, 2013

Commuter, Koq Muter?



Waktu memang terkadang seperti terbang. Splash ! Tiba-tiba saja aku sudah berada di dalam KRL atau Commuter Line, yang karena baru kali pertama ini aku menaikinya aku sempat terbengong-bengong dengan sistemnya yang efisien dan ‘kerapian’ para penumpangnya.
“Turun disini?” Aku segera menghentikan berhaha-hihi melihat gelagat teman seperjalananku, Ika, mau turun. Dan tanpa menunggu jawabannya aku mengikuti langkah lincah Ika yang sudah loncat ke tepian peron. Dan disinilah awal semua kekacauan terjadi. Aku ketinggalan tas di Commuter yang mulai berangkat perlahan itu ! Gawat.