Friday, July 5, 2013

Merah; Sepertinya Sudah Saatnya



Ada gak sih bahasa yang lebih keren untuk bisul?
Ulcer? Abscessus?
Halah. Sekeren apapun namanya tetep aja tidak mengurangi rasa tersiksa oleh bintik panas membara bin menyiksa itu !
Yupz, lanjut dari kisah kemaren, bahwa ternyata efek tendangan ‘tak sengaja’ temanku itu dahsyat! Aku bukan hanya makin terpincang-pincang tapi repot duduk, repot naik tangga, dan laen-laen.
Unfortunately, agenda-agenda selanjutnya malah mengharuskanku sering-sering jalan dan duduk manis.
OK lah, ketika duduk aku bisa mengakalinya dengan menempatkan pantat kiri tempat bersarang bisulku itu gak nyentuh kursi, agak aneh sih kelihatnnya, tapi itu lebih mendingan dibanding ketika jalan apalagi harus naik-turun tangga (tempat materi di lantai 2 lagi!).
Hmm, meski akhirnya semua peserta dan penghuni gedung lain akhirnya mafhum dan hanya nyengir dan geleng-geleng, -meski tak sedikit yang ngebecandain, tapi benjolan yang gak gede-gede amat itu bikin repot ketika shalat; naek turun (rukuk dan sujud) meski pelan-pelan, tapi itu tak seberapa dibanding ketika harus tahiyyat akhir. Posisi bisulnya pas banget kedudukin ketika posisi itu.

Thursday, July 4, 2013

Something Sexiest Today !



Agak terburu aku menuju kamar mandi. Sudah hampir jam delapan. Setelah shalat shubuh, tadi tidur-tidur ayam lagi dan ternyata kebablasan. Haha
Ini hari keempat aku tidur tidak normal (banget), he. Karena walaupun jadwal tidurku setelah larut malam, minimal aku tidur lima jam (walau kepotong shalat shubuh).
Ini acara special, makanya aku gak merasa harus mengeluh meski jadwal istirahat berkurang drastis. Tapi ketika aku mandi, aku menemukan hal yang aneh!
Dengan setengah sadar aku menyeret tubuh, menghindari berkontak langsung dengan peserta pelatihan dan fasiltator atau penghuni lain tempat pelatihan. Ah, kamar mandi favoritku ini kosong. Tanpa ba-bi-bu, aku lepas pakaianku satu persatu, sampai akhirnya aku melihat sesuatu yang aneh!
Sesuatu yang menyembul itu menggelitikku untuk segera kupegang. Akupun tanpa ragu segera mengelusnya lembut, dan ketika ku tekan sedikit, alamak!

Thursday, June 13, 2013

Ojeg Online !


                Biasanya ketika turun dari bus, aku langsung dikerubutin para ojeggers (hehe, istilah yang aneh untuk tukang ojeg) dengan segala senyum manis penuh rayuannya. Ada yang sok kenal, sok paling tahu tempat tujuanku, sok baek bawain barang. Namun semua senyum manis mereka itu biasanya menguap begitu saja ketika aku dengan santai bilang “dijemput”.
                Beberapa ojeggers hafal kebiasaanku ini (diantar-jemput ke tempat nunggu bus ato angkutan lain oleh kakakku). Jadi mereka tidak cukup bodoh untuk menawarkan jasa antarnya. Meskipun sebagian ekspresi wajahnya tetap menampakkan wajah ngarep. Beuuh.
                Tapi, kegigihan para ojeggers ini memang patut diacungi jari tengah. Ups, I mean jempol! Haha.
Untuk urusan upselling mereka nomor satu. Gigih dan selalu bisa membaca situasi. Mereka hafal, jika aku berjalan gontai apalagi bukan habis turun dari bus, mereka mengartikan aku tidak dijemput. Dan itu tepat. Maka jika tahu begitu, mereka beramai-ramai memperebutkan aku kembali layaknya puteri hadiah sayembara. Hahahaha (pengandaian yang aneh).
                Hehe, udah deh, daripada aku melantur kemana-mana, langsung aja ke inti ceritanya. Jadi barusan, aku heran koq antusiasme para ojeggers itu tak seheboh biasanya. Usut punya usut, ternyata beberapa di antara mereka sedang sibuk teleponan, ada juga yang sedang mengoperasikan HP, entah sedang apa. Set dah, jangan-jangan bentar lagi mereka pada pensiun jadi ojeg, karena merasa cukup menjadi ojeg di game online. Haha.

Wednesday, June 12, 2013

Nyawaku Sign Out !



Set dah ! Bukan, ini bukan cerita horor dimana aku yang sudah mati tiba-tiba memposting cerita ini karena masih penasaran untuk meminta para pembaca melakukan hal-hal yang belum selesai kulakukan sebelum aku mati.
Bukan ! Aku gak sedang mau cerita kalo aku pernah mati suri kemudian hidup lagi dan menceritakan pengalaman waktu mati suri itu.
Ini jelas pengalaman serem. Tapi bukan serem yang seperti itu.
OK. Kita mulai saja ceritanya.
Di suatu siang yang terik, dua orang anak manusia terlihat berlarian melintasi jalan raya, motor, mobil, gedung-gedung angkuh, dan kerumunan orang yang terlihat tidak peduli. Lalu tiba-tiba, Jeger !

Saturday, June 8, 2013

Commuter, Koq Muter?



Waktu memang terkadang seperti terbang. Splash ! Tiba-tiba saja aku sudah berada di dalam KRL atau Commuter Line, yang karena baru kali pertama ini aku menaikinya aku sempat terbengong-bengong dengan sistemnya yang efisien dan ‘kerapian’ para penumpangnya.
“Turun disini?” Aku segera menghentikan berhaha-hihi melihat gelagat teman seperjalananku, Ika, mau turun. Dan tanpa menunggu jawabannya aku mengikuti langkah lincah Ika yang sudah loncat ke tepian peron. Dan disinilah awal semua kekacauan terjadi. Aku ketinggalan tas di Commuter yang mulai berangkat perlahan itu ! Gawat.

Thursday, May 23, 2013

Anfika; Two !


Ini bukan berarti Anfika nyanyiin lagu Lenka, he. Anfika two, two years old ! Di 7 Mei 2013.
Let’s see what s  all the time!
he’ve done over

Pom-pom-pom.
Bagian ini selalu lucu mengingatnya, geli, pengen tersenyum ngakak sambil guling-guling. Heu. Awalnya sih aku iseng download-download lagu-lagu Rihanna yang dulu-dulu, pas ketemu lagu Man Down tanpa pikir panjang aku download, kalo gak salah aku pernah denger lagu ini dan seingatku lagu ini asyik. Beres kudownload, kumasukkiin HP, ku buang deh HP nya ! Ehm, I mean ku puter tuh lagu Man Down itu, irama reaggaenya emang agak semriwing (haha, istilah yang aneh untuk musik), asyik, aku ngangguk-ngangguk aja dengernya, sambil khusyu ngerjain tugas. Gak nyadar, kalo Anfika dari tadi di sekitarku merhatiin aku. Alhasil, tak lama setelah itu Anfika yang memang lagi hobi-hobinya niru ucapan orang (yang sering bikin orang gemes karena lidahnya sering keserimpet kalo niruin kata yang susah), Anfika berkali-kali ngulang-ngulang kata ‘pom-pom-pom’. Pas lagu itu beres, dia bilang ‘abisy’ dan minta diputerin lagi. Aku cuma ketawa sambil terus khusuk ngerjain tugas, sampe gak kuat ngakak denger Anfika nyanyi ‘pom-pom-pom’ dengan suara makin keras hingga membuat ibu, bibi dan neneknya yang sedang berkumpul di dapur ikut ketawa ngakak setelah lebih dulu heran denger orang teriak-teriak.