Tuesday, January 15, 2013
Cerpen; Hantu-hantu Narsis
Narsis, adalah singkatan dari Naga Bonar makan sosis.
Halah, ngarang.
Narsis artinya kurang lebih over PD, ngerasa pengen diakui dengan cara unjuk-unjukin gigi, walau bukan berarti nyengir. Mungkin terdengar sotoy. Tapi yang ku tahu definisi narsis memang seperti itu. Kamu punya pendapat lain?
Ya, sebagai remaja (bagi yang masih remaja, he) kita mungkin pernah beberapa kali narsis-narsis gimanaaaa….. gitu. Wajar. Namanya juga anak muda. Tapi gimana ceritanya kala ada hantu yang narsis?
Hah, hantu kok narsis?
***
Puisi; Dilema
Hanya ingin tahu
kabarmu sang pejuang
Masihkah sudi
berperang
Demi khalifah yang
meributi uang?
Atau menyerah
Meski pertiwi
berdarah-darah?
Pandeglang, 16 Maret 2011
Dimuat di Majalah Kuntum No. 316, Mei 2011
3 Macho (Manusia Bernama Cho…); #1 Begin Story
Tersebutlah suatu ketika di suatu
tempat di ujung pulau Jawa manusia-manusia bernama hampir sama; Cholis, Cholil,
Cholid. Tapi, ketiganya ini beda nasib.
Ehm, ehm.. ! (Betulin kerah, pura-pura cuek diperhatikan
objek yang mulai jutek)
Ketiga orang itu (ngelirik mereka lagi sebentar, lanjutin sok
cuek)
Ketiga orang itu sebenarnya .. (haduh, ya deh, ya deh… aku minta maaf dulu
sama kalian, tulisan ini just for fun aja koq, peace… J )
Ketiga orang ini sebenarnya
saudara kembar (demi ketertiban dunia, aq
pilih jalur dongeng aja deh, saking pengennya bikin artikel tentang ini ! ).
Sunday, December 23, 2012
Thursday, December 20, 2012
In Memoriam with VJ Vicky
Pagi itu tiba-tiba saja kita sudah
kembali asyik berdiskusi. Padahal tak seperti biasanya, malam itu kau terlihat
tak bergairah untuk berdisusi kembali bahkan untuk sekedar mengomentari
kesialanku yang nyasar sampai ke terminal Merak (karena ketiduran) saat hendak datang
ke tempat nongkrong kita seperti biasa jika akan ada acara di Cilegon.
Oya, aku baru ingat rupanya
pertanyaan spontan Rizky Destriane dan jawaban tak siapku karena terus didesak
olehnya membuatmu tak kuasa juga untuk tetap stay cool (yang bukan
kebiasaanmu itu).
Perempuan; Berhentilah Emansipasi !
Suatu sore di halte busway aku
terburu untuk segera masuk antrian demi bisa naik sebuah armada busway yang
sudah terlihat di kejauhan.
“Mas, mas, antrian pria di sebelah
sana!” seorang perempuan menegurku. Dan aku malah bengong alih-alih bilang terimakasih karena sudah
mengingatkankanku, pertama untuk betapa pelupanya aku bahwa sudah lama menjadi
aturan bahwa tempat duduk busway di bagian depan adalah tempat duduk perempuan.
Kedua, di antrian belakang ‘khusus lelaki’ itu banyak perempuan juga yang
sedang mengantri. Kenapa tidak ada yang mengingatkan mereka untuk mengantri di
jalur yang benar?
Beberapa hari kemudian, aku dengan
santai kembali sedang antri naik busway, kali ini ‘di jalur yang benar’. Aku
tenang saja menunggu meskipun sudah sepuluh menit busway yang kutunggui tak
juga datang, karena hari itu cuaca lumayan adem, dan aku sedang memgang buku
lucu yang baru saja ku beli. Tiba-tiba saja di sebelahku muncul seorang
perempuan yang dengan cueknya antri di antrian ‘khusus pria’.
Monday, December 3, 2012
Sampah
Ada
yang pernah berpikir gak kalau saja di dunia ini tidak ada benda yang bernama sampah?
Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan ini terkesan mengada-ngada atau
anti-kemapanan (haha pengandaian yang aneh ya?)
Subscribe to:
Posts (Atom)



