Sebagai
manusia kita kadang sok tahu takdir Tuhan; menebak-nebak arti mimpi, firasat,
atau pertanda lain. Terlepas dari terkadang ada benarnya terkadang tidak, masa
depan yang jadi misteri itu memang bagi sebagian orang bikin penasaran. Kepo pengin tahu banget kejadian besok,
lusa, minggu depan, tahun depan, bahkan akhir dunia. Saking keponya tak jarang ada yang minta
bantuan dukun, cenayang, paranormal atau paratidaknormal (terkadang ada dukun
yang lebih mirip orang gila, haha).
Ada
orang yang percaya ramalan tarrot, firasat (baik itu dari mimpi, atau
kejadian-kejadian tidak lazim, yang menurut film Rectoverso mah pertanda itu
ada karena manusia adalah bagian dari alam, pertanda-pertanda itu bentuk
komunikasi alami, yang semakin jarang disadari oleh manusia yang sekarang lupa
untuk mendengarkan itu) dan lain sebagainya.
Aku
sendiri termasuk orang yang penasaran tentang masa depan tapi tak mau pasrah
pada ramalan siapapun atau apapun. Bukankah yang merubah takdir itu adalah kita
sendiri awalnya? Kalau sedari awal kita percaya takdir kita seperti itu, bisa
jadi seperti itulah akhirnya takdir kita. Padahal bisa saja kemungkinan lain
yang terjadi.
Ehm,
percaya gak prolog sepanjang itu hanya untuk menceritakan kejadian ketika aku bersin?
Dan apa untungnya bersin itu kuceritakan?

